Menjelajahi Pesona Lombok dengan Honda Vario: Catatan Perjalanan drg. Bahtiar Sandi Saputra, dari Pengabdian hingga Petualangan
drg. Bahtiar Sandi Saputra, Rully Novianto
LOMBOK – Satu minggu setelah menuntaskan pengabdian sebagai dokter gigi di Pulau Lombok, drg. Bahtiar Sandi Saputra memilih cara berbeda untuk menikmati waktu sebelum kembali melanjutkan rutinitas. Bukan dengan berdiam diri, melainkan memulai perjalanan menjelajahi sejumlah sudut keindahan Lombok menggunakan sepeda motor Honda Vario.
Bagi Bahtiar, touring bukan sekadar hobi atau perjalanan menuju destinasi wisata. Ada pengalaman, perjumpaan, dan cerita yang ingin dikumpulkan sepanjang perjalanan. Setelah menjalankan tugas pengabdian, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk mengenal Lombok lebih dekat, bukan hanya melalui bentang alamnya, tetapi juga melalui keramahan masyarakatnya.
Dengan Honda Vario sebagai teman perjalanan, ia menyusuri sejumlah destinasi yang memiliki karakter geografis dan daya tarik berbeda, mulai dari Mekaki Hills dan Sekotong, Bukit Merese dan Mandalika, hingga kawasan Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani.

Mekaki Hills dan Sekotong: Menikmati Keindahan Pesisir Lombok Barat
Perjalanan dimulai dengan menyusuri kawasan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah Mekaki Hills, kawasan perbukitan yang menawarkan panorama alam pesisir dari ketinggian. Perpaduan perbukitan, garis pantai, dan birunya laut menjadi suguhan yang memberikan pengalaman tersendiri bagi para penikmat perjalanan.
Tidak jauh dari kawasan perbukitan tersebut terdapat Pantai Mekaki, yang berada di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong. Pantai ini memiliki teluk berbentuk lengkungan menyerupai bulan sabit, dengan pasir berwarna terang dan gradasi air laut hijau toska hingga biru. Bentang alam Sekotong memang dikenal memiliki karakter geografis berupa pesisir, teluk, perbukitan, serta gugusan pulau-pulau kecil atau gili.
Wilayah Sekotong merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Mataram. Karakter wilayahnya yang didominasi lanskap pesisir menjadikannya salah satu kawasan wisata bahari yang menarik untuk dijelajahi.
Mengendarai Honda Vario, perjalanan di kawasan ini memberikan sensasi tersendiri. Jalanan yang berkelok, pemandangan laut di sepanjang perjalanan, serta perbukitan yang menghiasi cakrawala menjadi teman perjalanan yang sulit dilupakan. Ada kepuasan tersendiri ketika dapat berhenti sejenak, menikmati pemandangan, mengabadikan momen, dan kembali melanjutkan perjalanan.

Bukit Merese: Menyaksikan Keindahan Lombok dari Ketinggian
Perjalanan berlanjut menuju Bukit Merese, salah satu destinasi ikonik di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Bukit ini berada di Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan.
Bukit Merese merupakan kawasan perbukitan pesisir yang menyajikan panorama laut lepas, lekukan garis pantai, serta hamparan padang rumput yang luas. Secara geografis, lokasinya berada di pesisir selatan Pulau Lombok yang berhadapan dengan Samudra Hindia.
Keindahan Bukit Merese memiliki karakter yang berbeda mengikuti musim. Saat musim hujan, hamparan rerumputan tampak hijau dan segar. Sementara pada musim kemarau, perbukitan berubah menjadi cokelat keemasan yang memberikan kesan eksotis.
Dari atas bukit, mata seolah dimanjakan oleh bentangan alam yang begitu luas. Perjalanan menggunakan sepeda motor memberikan kebebasan untuk menentukan waktu singgah, menikmati suasana, dan mengeksplorasi sudut-sudut pemandangan yang menarik.
Sebagai seorang dokter gigi yang sehari-hari terbiasa dengan aktivitas pelayanan kesehatan, momen seperti ini menjadi kesempatan untuk sejenak melepaskan rutinitas. Perjalanan bukan hanya tentang mencapai tempat tujuan, tetapi juga menikmati setiap proses yang dilalui.
Sembalun: Menyapa Keindahan Alam di Kaki Gunung Rinjani

Salah satu pengalaman yang tidak kalah berkesan adalah perjalanan menuju Sembalun, sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur yang berada di kawasan kaki Gunung Rinjani.
Secara geografis, Kecamatan Sembalun memiliki luas wilayah sekitar 217,08 kilometer persegi, dengan ketinggian wilayah berkisar antara 390 hingga 1.180 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menciptakan lanskap alam yang khas, berupa perbukitan, kawasan pertanian, lembah, dan panorama pegunungan.
Sembalun dikenal sebagai salah satu kawasan dengan pemandangan alam paling memikat di Lombok. Dari sejumlah titik, terlihat hamparan persawahan dan perkebunan yang berpadu dengan latar megah Gunung Rinjani.
Udara yang relatif sejuk menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini. Berbeda dengan kawasan pesisir Lombok yang cenderung panas, Sembalun menawarkan suasana pegunungan yang menyegarkan.
Bagi seorang penggemar touring, perjalanan menuju Sembalun juga menghadirkan pengalaman berkendara yang istimewa. Perubahan bentang alam sepanjang perjalanan menjadi daya tarik tersendiri. Honda Vario yang digunakan menjadi saksi perjalanan melewati berbagai karakter jalan dan kondisi geografis Lombok.
Di tempat ini, ada pelajaran sederhana yang terasa begitu kuat: alam mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak, mengagumi kebesaran ciptaan Tuhan, dan mensyukuri setiap kesempatan untuk menjelajah.
Mandalika: Perpaduan Wisata Alam, Budaya, dan Modernitas
Perjalanan juga menyentuh kawasan Mandalika, destinasi pariwisata yang berada di pesisir selatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memiliki luas sekitar 1.175 hektare. Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi pariwisata yang mengintegrasikan keindahan pantai, perbukitan, fasilitas wisata modern, serta kekayaan budaya masyarakat Sasak.
Mandalika memiliki sejumlah destinasi menarik, seperti Pantai Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, dan Bukit Merese. Selain itu, kawasan ini juga dikenal secara internasional melalui keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi lokasi penyelenggaraan ajang balap motor dunia.
Melihat perkembangan Mandalika memberikan kesan tersendiri. Kawasan yang memiliki kekayaan alam dan budaya lokal kini berkembang menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.
Bagi Bahtiar, mengunjungi Mandalika menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal Lombok secara lebih utuh. Tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat lokal hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata.
Lebih dari Sekadar Wisata: Kesan Mendalam terhadap Masyarakat Lombok

Di balik keindahan destinasi wisata, salah satu hal yang paling membekas selama berada di Lombok justru adalah keramahan masyarakat lokal.Selama menjalankan pengabdian sebagai dokter gigi, Bahtiar merasakan bagaimana masyarakat setempat mampu menerima kehadiran pendatang dengan sikap terbuka, menghormati, dan menghargai. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting yang melengkapi perjalanan pengabdiannya.
Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika terdapat program penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Kehadiran tenaga kesehatan dari luar daerah mendapatkan sambutan yang baik. Masyarakat dan pihak setempat turut memberikan fasilitasi sehingga kegiatan penyuluhan dapat terlaksana.
Bagi seorang dokter gigi, kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan program edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menjadi langkah preventif yang penting. Edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, menjaga kebersihan rongga mulut, membatasi konsumsi makanan tinggi gula, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan bagian dari upaya membangun perilaku hidup sehat.
Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal memberikan kesan bahwa pengabdian kesehatan tidak hanya membutuhkan kompetensi profesional, tetapi juga keterbukaan, kemampuan beradaptasi, serta penghargaan terhadap budaya dan lingkungan sosial setempat.
Sikap masyarakat yang menghargai kehadiran pendatang dan memberikan ruang untuk berkontribusi menjadi pengalaman yang sangat berarti. Hal tersebut membuat Lombok terasa bukan sekadar tempat untuk bekerja dan menjalankan pengabdian, melainkan juga tempat untuk membangun hubungan antarmanusia.
Honda Vario, Teman Perjalanan Menjelajahi Pulau Seribu Pesona
Setelah satu minggu menyelesaikan pengabdian, perjalanan menggunakan Honda Vario menjadi cara Bahtiar menikmati waktu luang sekaligus menyalurkan hobi touring.Menjelajahi Mekaki Hills, Sekotong, Bukit Merese, Sembalun, hingga Mandalika menggunakan sepeda motor memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda. Dengan kendaraan roda dua, perjalanan terasa lebih dekat dengan alam. Setiap tikungan, perubahan cuaca, udara pesisir, hingga hawa sejuk pegunungan menjadi bagian dari cerita yang tidak dapat diperoleh hanya dengan melihat foto atau membaca ulasan perjalanan.
Perjalanan ini juga memberikan gambaran bahwa menikmati wisata tidak harus selalu menggunakan kendaraan besar atau fasilitas mewah. Dengan persiapan yang baik, kendaraan yang sesuai, dan semangat menjelajah, banyak keindahan dapat ditemukan sepanjang jalan.
Tentu, touring jarak jauh tetap membutuhkan perhatian terhadap keselamatan. Pemeriksaan kondisi kendaraan, penggunaan helm berstandar keselamatan, perlengkapan berkendara, serta pengaturan waktu istirahat menjadi hal penting selama perjalanan.
Pengabdian, Persaudaraan, dan Petualangan yang Membekas
Perjalanan drg. Bahtiar Sandi Saputra di Lombok akhirnya menjadi lebih dari sekadar aktivitas touring untuk menyalurkan hobi. Ada tiga pengalaman besar yang saling melengkapi: pengabdian profesi, perjumpaan dengan masyarakat lokal, dan petualangan menjelajahi keindahan alam.
Sebagai seorang dokter gigi, ia datang membawa tanggung jawab profesi untuk memberikan kontribusi melalui pelayanan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Namun, ia juga pulang dengan pengalaman tentang keramahan, keterbukaan, serta penghargaan masyarakat terhadap orang-orang yang datang untuk berkontribusi.
Lombok mengajarkan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang berkendara atau berapa banyak destinasi yang berhasil dikunjungi. Lebih dari itu, perjalanan menjadi bermakna ketika mampu menghadirkan pengalaman, mempertemukan dengan orang-orang baru, dan meninggalkan kesan baik di setiap tempat yang disinggahi.
Dari Mekaki hingga Sembalun, dari pesisir Sekotong hingga Mandalika, setiap kilometer perjalanan menyimpan cerita tersendiri.
Sebab pada akhirnya, pengabdian memberikan makna bagi profesi, sementara perjalanan memberikan ruang bagi jiwa untuk menikmati kehidupan. Lombok bukan hanya tentang keindahan alamnya, tetapi juga tentang keramahan manusianya yang membuat siapa pun ingin kembali.