Kemeriahan Batu Art Flower Carnival 2026: Perayaan Kreativitas dan Semarak HUT ke-25 Kota Batu
Rayya Hargita, Suharto
KOTA BATU — Kemeriahan merata tampak di jalanan Kota Batu dalam perhelatan akbar Batu Art Flower Carnival (BAFC) tahun 2026. Acara prestisius ini digelar tidak hanya untuk menampilkan kreativitas tanpa batas, tetapi juga menjadi momentum istimewa dalam merayakan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Carnaval yang sarat warna dan inspirasi ini diikuti oleh 38 kontingen yang terdiri dari perwakilan seluruh desa dan kelurahan se-Kota Batu, Tim Penggerak PKK Kota Batu, mitra perbankan, instansi pemerintah, hingga elemen dunia usaha. Antusiasme ribuan warga tampak tumpah ruah memadati rute jalanan sejak pagi hari demi menyaksikan langsung pawai penuh daya tarik tersebut.
Sebagai salah satu pusat wilayah hortikultura terkemuka di Jawa Timur, Kota Batu menjadikan komoditas bunga dan tanaman hias sebagai fondasi utama potensi florikultura serta penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui ajang BAFC 2026, berbagai potensi unggulan daerah ini diterjemahkan ke dalam karya seni instalasi bunga yang megah.
Para petani lokal yang berkontribusi handal berkolaborasi erat dengan para seniman serta budayawan. Hasil pertanian berupa sayur dan bunga segar dirangkai sedemikian rupa menjadi karya seni kreatif bernilai estetika tinggi, menyatukan instrumen budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung harmoni sinergi semesta.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya perhelatan akbar ini.
“Pagi hari ini kita bisa hadir bertemu bersilaturahmi untuk membuka dan menyaksikan BAFC tahun 2026, bahwa BAFC adalah sebuah perayaan kreativitas bagi masyarakat Kota Batu,” ujar Nurochman.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan potensi daerah guna menarik minat wisatawan.
“Sebagai wilayah hortikultura di Kota Batu, bunga tentu sebagai potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat. Maka kolaborasi melalui BAFC tahun 2026 tentu menyatukan banyak instrumen, banyak elemen yang kemudian menjadi sajian khas, sajian yang semoga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung di Kota Batu,” tambahnya.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan pembukaan resmi, yang dilanjutkan dengan suguhan seni pertunjukan tarian tradisional pembuka yang dibawakan secara kolosal oleh 25 penari dari sanggar tari lokal Kota Batu. Keindahan busana tradisional, senyum hangat para penari, serta iringan musik berpadu sempurna dengan megahnya kendaraan hias (float) berornamen bunga segar dan karakter artistik.
Mengakhiri rangkaian pembukaan, Wali Kota Batu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, seluruh kontingen, terima kasih kepada para petani yang berkontribusi, dan terima kasih juga kepada para seniman, budayawan yang merangkai hasil pertanian menjadi sebuah karya kreatif. Tepuk tangan untuk semuanya,” ucap Nurochman.
Kehadiran BAFC 2026 diharapkan terus menjadi magnet pariwisata yang kuat, memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata yang kreatif, hijau, dan berbudaya di usianya yang ke-25.