Operasi Pemadaman TPA Supit Urang Hari Kedelapan: Tim Gabungan Fokuskan Penanganan di Zona New Landfill Demi Keselamatan Personel
Rayya Hargita, Suharto
MALANG RAYA — Memasuki hari kedelapan, tim gabungan terus berjibaku memadamkan sisa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang. Pada hari ini, operasi pemadaman difokuskan berpindah ke zona New Landfill dengan melibatkan sekitar 40 personel gabungan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Dharmawan, menjelaskan bahwa pemindahan zona pemadaman ini didasarkan pada evaluasi kondisi titik api serta titik panas (hotspot) di lapangan.
Selain itu, Pandu Rizki Dharmawan mengungkapkan bahwa pertimbangan utama perpindahan tersebut adalah untuk menunjang keselamatan seluruh personel yang bertugas.
“Perpindahan zona ini sangat penting, salah satunya melihat kondisi titik api maupun titik panas. Selain itu, utamanya adalah untuk menunjang keselamatan personel, karena dirasa di zona New Landfill untuk hari ini jauh lebih aman,” ujar Pandu Rizki Dharmawan dalam keterangannya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi titik api di zona New Landfill sudah terbilang sangat minim dan tercatat hanya menyisakan 3 titik api. Kendati demikian, titik panas terpantau masih mendominasi area tersebut.
Pandu Rizki Dharmawan juga menyebutkan bahwa jumlah titik api bersifat fluktuatif serta dapat bertambah atau berkurang sewaktu-waktu. Perubahan ini sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, terutama embusan angin kencang yang berpotensi mengubah titik panas menjadi titik nyala api.
Dalam operasionalnya, tim gabungan yang terdiri dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, PDM Tugu Tirta, Dinas Kesehatan, serta unsur relawan, menggunakan metode penguraian manual. Tumpukan sampah diurai terlebih dahulu sebelum disemprot air agar cairan dapat meresap sempurna ke dalam permukaan tanah.
Kendati penanganan berjalan lancar, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan seperti embusan angin yang tidak menentu waktu dan arahnya. Kondisi ini memicu kepulan asap pekat yang sulit diprediksi, sehingga kerap mengganggu pernapasan serta jarak pandang para petugas.