Lewati ke isi
MalangSatu

Budaya

Gandrung Sewu 2026 Tampil Perdana Malam Hari, 1.300 Penari Memukau Ribuan Penonton

Rayya Hargita, Suharto

25 Oktober 2026 · 1 hari lalu

Penari membawakan tari kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan balutan busana tradisional dan lukisan cat fosfor yang menyala dalam pertunjukan perdana malam hari di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026). (Suharto/Malangsatu,news

Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 yang perdana digelar pada malam hari memesona ribuan pasang mata yang datang di Pantai Marina Boom, Sabtu (24/10/2026). Pentas tari glow in the dark yang atraktif berpadu dengan pertunjukan-pertunjukan lain yang menghibur memberi pengalaman baru bagi para penonton.

Pertunjukan Gandrung Sewu dibuka dengan pentas teaterikal Meras Gandrung, ritual adat kelulusan penari gandrung profesional. Selepas itu, penampilan drone fireworks tentang Banyuwangi dan Gandrung Sewu di langit Pantai Marina Boom membuat takjub penonton yang hadir.

Drone fireworks sekaligus menjadi pembuka penampilan sekitar 1.300 penari gandrung dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menyajikan tarian selama sekitar 45 menit dengan tema “Kembang Dermo”.

Sorot lampu dengan tata cahaya yang ciamik membuat penampilan Gandrung Sewu di malam hari terlihat begitu megah. Belum lagi, pendar lukisan cat fosfor pada tubuh, busana, dan atribut para gandrung membuat penampilan malam itu bertambah menawan.

Tak berhenti di sana, pertunjukan Gandrung Sewu ditutup dengan pentas musik yang menghadirkan penyanyi Kunto Aji dan grup vokal Project Pop. Lewat lagu-lagu yang beken di eranya, mereka mengajak para penonton menikmati malam semarak di pusat kota Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur Gandrung Sewu yang digelar dengan konsep baru berjalan sukses dan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada InJourney dan semua yang sudah membantu terselenggaranya Gandrung Sewu 2026.  Lebih khususnya kepada para penari, pelatih, seniman budayawan, dan semua pihaknyang sudah berkontribusi dalam Gandrung Sewu ini,” kata Ipuk.

Pada tahun ini, pagelaran Gandrung Sewu mendapat dukungan dari InJourney. Andil badan usaha milik negara yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata itu membuat pertunjukan yang telah berlangsung 14 tahun itu menjadi lebih megah dan berbeda.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebut, pertunjukan Gandrung Sewu yang mengangkat budaya Banyuwangi layak diangkat ke panggung dunia.

“Lewat kolaborasi di event ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia. Saya rasa Pertunjukan malam ini luar biasa,” kata dia.

Maya juga mengaku takjub dengan antusiasme warga Banyuwangi yang hadir langsung menyaksikan Gandrung Sewu. Warga dari berbagai daerah rela berbondong-bondong datang langsung ke Pantai Marina Boom untuk menjadi saksi pentas perdana Gandrung Sewu di malam hari.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata di Kementerian Pariwisata Masruroh mengatakan, kolaborasi epik antara Pemkab Banyuwangi, InJourney, dan komunitas pariwisata sukses menghadirkan pertunjukan yang layak diapresiasi.

“Usaha bersama ini membuat Gandrung Sewu kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk yang kelima kalinya,” kata dia.

Menurut dia, tak mudah bagi sebuah daerah untuk menghindirkan pertunjukan yang konsisten selama belasan tahun secara terus menerus.

“Saya yakin event ini akan memberi dampak positif kepada masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.