Lewati ke isi
MalangSatu

Sport

Momentum Sumpah Pemuda 2026: Arema FC Ajak Aremania, Mahasiswa, dan Pekerja Muda Jadikan Sepak Bola Pemersatu Malang Raya

Rayya Hargita, Suharto

28 Oktober 2026 · 1 jam lalu

Aremania membentangkan syal dan menyanyikan dukungan untuk Arema FC, menunjukkan loyalitas serta semangat persaudaraan di tribun stadion. (foto MO Arema FC)

MALANG – Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Arema FC mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan merawat solidaritas di Malang Raya. Sepak bola diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan generasi muda.

Head of Public Relation Arema FC, Munif B. Wakid, mengatakan momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus membangun kepedulian sosial, khususnya di kalangan Aremania dan Aremanita.

“Di tengah berbagai kendala dan tantangan bangsa hari ini, mulai dari persoalan kebangsaan hingga musibah kebencanaan, solidaritas yang solid sangat dibutuhkan. Sepak bola harus hadir sebagai pemersatu dan kebanggaan bersama yang memicu kepedulian sosial,” ujar Munif, Rabu (28/10/2026).

Munif secara khusus mengajak mahasiswa yang menempuh pendidikan di Malang, para pekerja muda, serta warga asli Malang Raya untuk membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kedamaian daerah. Ia menegaskan, Malang merupakan rumah bersama yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Malang adalah rumah bersama. Kami mengajak adik-adik mahasiswa, pekerja muda, serta warga asli Malang Raya untuk terus berkolaborasi dan bergandengan tangan. Kedamaian Malang Raya adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Terkait dinamika di tengah masyarakat, Munif menilai perbedaan pendapat, baik di kalangan suporter maupun kelompok masyarakat lainnya, merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut perlu disikapi secara dewasa dan dijadikan ruang untuk mencari solusi, bukan menjadi alasan untuk melakukan kekerasan atau memaksakan kehendak.

Ia berharap suporter, mahasiswa, dan generasi muda Malang mampu menjadi teladan dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. Menurutnya, kepedulian Aremania dan Aremanita melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan juga perlu terus dipertahankan sebagai wujud nyata semangat persaudaraan.

“Sumpah Pemuda bukan sekadar ikrar atau slogan belaka. Ini saatnya kita mengaktualisasikan semangat tersebut demi keselamatan, kedamaian, dan kemanfaatan bagi negara serta rakyat banyak,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, manajemen Arema FC berharap seluruh elemen kepemudaan dan suporter semakin memperkuat kekompakan, mengesampingkan ego, serta berkontribusi menjaga Malang Raya tetap aman, damai, kondusif, dan berprestasi.