Lewati ke isi
MalangSatu

Sport

Hadapi Bali United, Arema FC Andalkan Kekompakan dan Ketajaman Lini Depan

Rayya Hargita, Suharto

30 Oktober 2026 · 14 jam lalu

Pelatih interim Arema FC Andre Caldas (tengah) bersama penyerang Samuel Otusanya (kanan) saat konferensi pers jelang laga melawan Bali United. Photo by MO Arema

MALANG – Arema FC dituntut tampil disiplin saat menjamu Bali United dalam lanjutan pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026). Produktivitas gol tim tamu menjadi tantangan tersendiri bagi Singo Edan yang ingin mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang.

Bali United tercatat telah mengoleksi 20 gol dari tujuh pertandingan. Catatan tersebut menjadikan Serdadu Tridatu sebagai tim paling produktif di kompetisi sejauh ini. Arema FC pun harus mengantisipasi ancaman dari lini serang lawan sekaligus memaksimalkan peluang di depan gawang.

Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, menilai Bali United memiliki keseimbangan permainan yang baik. Namun, ia meminta anak asuhnya tidak terlalu terpaku pada kekuatan lawan dan tetap percaya terhadap kemampuan tim sendiri.

“Bali adalah tim yang sangat bagus dan paling subur di liga. Tapi fokus utama kami tetap pada diri sendiri; tetap rendah hati, berpijak di bumi, dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi,” ujar Caldas dalam konferensi pers pralaga, Jumat (30/10/2026).

Arema FC memiliki modal positif setelah mencatatkan empat pertandingan kandang tanpa kekalahan. Dua kemenangan telak 4-0 atas Kalteng FC dan Dewa United serta hasil imbang melawan Persik Kediri dan Bhayangkara FC menjadi bekal untuk menghadapi Bali United.

Untuk meredam serangan lawan, Caldas menekankan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan barisan pertahanan. Ia memastikan para pemain belakang telah dipersiapkan untuk mempersempit ruang gerak pemain Bali United.

“Jawaban saya adalah Arema. Lini pertahanan yang saya pilih siap, konsisten, dan kompak. Kami tidak akan memberikan ruang bagi Bali,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Di sisi lain, Arema FC juga mempunyai sejumlah pilihan untuk meningkatkan daya gedor. Careca, Samuel Otusanya, Mauro Zijlstra, hingga Salim Akbar Tuharea dapat menjadi opsi dalam strategi menyerang yang disiapkan tim pelatih.

Samuel Otusanya menegaskan kesiapannya menjalankan peran apa pun yang diberikan pelatih. Penyerang muda tersebut mengaku tidak mempermasalahkan apakah dirinya dimainkan sejak awal pertandingan atau masuk sebagai pemain pengganti.

“Saya siap untuk apa pun. Jika pelatih memasang saya sebagai starter, saya lakukan tugas saya. Jika masuk dari bangku cadangan, saya juga harus melakukan tugas saya. Intinya saya selalu siap,” ujar Samuel.

Selain menyiapkan strategi, Arema FC memanfaatkan waktu latihan yang lebih panjang untuk mematangkan taktik dan menjaga kebugaran pemain. Caldas juga membuka peluang melakukan rotasi guna memastikan kondisi skuad tetap optimal menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.

Arema FC saat ini mengoleksi sembilan poin, sedangkan Bali United mengantongi 13 poin. Kemenangan di Kanjuruhan akan menjadi kesempatan bagi Singo Edan memperbaiki posisi klasemen sekaligus menjaga kepercayaan diri tim. Dukungan Aremania dan Aremanita diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengamankan hasil maksimal.