DPRD Kota Malang Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Cegah Kriminalitas Anak Muda
A.Z Abisha, Tutus Sugiarto
MALANG – Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Harvard Kurniawan Ramadhan, S.H., mendorong optimalisasi pemanfaatan fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Keberadaan lapangan olahraga dinilai tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran masyarakat, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus mencegah berbagai aktivitas negatif, termasuk kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika.
Hal tersebut disampaikan Harvard saat mengikuti kegiatan bermain bola bersama atau mabol di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang melibatkan ASN, PPPK di lingkungan Sekretariat DPRD, rekan media hingga masyarakat umum tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan melalui olahraga sepak bola.
“Yang pertama, menjaga hidup sehat, terus kekompakan. Main bola bareng ini kita membuka tali persaudaraan bersama teman-teman PPPK maupun ASN di lingkungan Sekretariat DPRD, teman-teman media, kemudian masyarakat yang mau ikut main bareng untuk cari keringat dan sehat barengan,” ujar Harvard.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari hobinya bermain sepak bola sejak masa sekolah dan menjadi kelanjutan dari kegiatan trofeo antar-DPRD yang sebelumnya melibatkan Malang Raya, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Selain itu, keterbatasan fasilitas lapangan olahraga di sejumlah perkampungan juga menjadi salah satu alasan digelarnya kegiatan tersebut di Stadion Gajayana.
“Kita melihat keterbatasan juga lapangan-lapangan fasilitas olahraga di perkampungan. Siapa tahu banyak anak-anak muda dan masyarakat mau ikut main bareng di Stadion Gajayana,” katanya.
Harvard juga menyoroti sejumlah lapangan olahraga di wilayah kelurahan yang merupakan aset Pemkot Malang, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dikelola kembali dengan melibatkan masyarakat setempat, seperti pengurus RT/RW maupun Karang Taruna. Bahkan, pihaknya mendorong adanya perbaikan apabila fasilitas tersebut membutuhkan dukungan anggaran.
“Harapan kami bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kalau memang butuh dikelola dengan baik, kemudian butuh anggaran untuk diperbaiki, ya kita perbaiki,” tegasnya.
Menurut Harvard, optimalisasi fasilitas olahraga dapat memberikan ruang kegiatan positif bagi generasi muda sekaligus membuka peluang menjaring bibit atlet potensial di Kota Malang. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau investor untuk pengelolaan stadion maupun lapangan olahraga lainnya, dengan tetap memperhatikan kepentingan daerah dan tidak mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan mabol di Stadion Gajayana direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu pukul 15.00 WIB, selama stadion tidak digunakan untuk kepentingan Pemerintah Kota Malang maupun kegiatan masyarakat lainnya. Menariknya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi peserta terhadap PAD Kota Malang.
“Setiap hari Rabu jam tiga sore kita usahakan kontinu selama Stadion Gajayana tidak digunakan oleh kepentingan Pemerintah Kota Malang maupun masyarakat. Kita juga memberikan sumbangsih untuk PAD Kota Malang,” pungkas Harvard.