Lewati ke isi
MalangSatu

Malang Raya

Pengerjaan Jalan Pasar Induk Gadang Tembus 82 Persen, Ditargetkan Tuntas Lebih Cepat

Rayya Hargita, Suharto

5 November 2026 · 1 hari lalu

Kondisi terkini sebagian ruas Jalan Pasar Induk Gadang yang telah selesai dibeton dan sudah dapat dilalui kendaraan. (suharto/malangsatu.news)

MALANG – Progres perbaikan Jalan Pasar Induk Gadang (PIG) menunjukkan tren positif. Saat ini, para pengguna kendaraan sudah mulai bisa melintasi sebagian ruas jalan yang telah selesai dicor beton.

Meski pengerjaannya dilakukan secara bertahap dan baru sebagian yang dapat dilalui, kemajuan fisik proyek infrastruktur ini sudah terlihat signifikan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Kristian Bagus, menyampaikan bahwa berdasarkan perencanaan, pengerjaan jalan yang mendanai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 14,9 miliar tersebut kini telah melampaui angka 80 persen.

“Progres hingga saat ini sudah mencapai 82 persen. Kemajuan yang bagus ini juga sudah kami laporkan kepada pimpinan,” ujar Bagus.

Dengan capain tersebut, tersisa beberapa pekerjaan krusial di ruas jalan vital tersebut. Di sisi barat Jalan Pasar Induk Gadang, pembetonan jalan masih menyisakan panjang sekitar 200 meter. Sementara di sisi timur (Jalan Gadang–Bumiayu), pengerjaan fokus pada pengaspalan ulang area jembatan yang rusak berat, serta pengaspalan sisi barat sepanjang kurang lebih 150 meter.

Bagus optimistis sisa pengerjaan ini dapat diselesaikan lebih awal dari tenggat waktu yang tercantum dalam kontrak.

“Target kami sesuai arahan Pak Wali Kota adalah sekitar 20 November mendatang. Kami terus kejar target itu, meskipun batas akhir di kontrak baru jatuh pada 28 November,” jelasnya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, skema arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian dengan koordinasi penuh bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Kendaraan dari arah timur menuju barat sudah diperbolehkan melintasi lajur beton baru, sedangkan arah sebaliknya masih menyesuaikan dengan kesiapan ruas jalan.

Bagus tidak menampik bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama di lapangan. Saat hujan deras turun, pengerjaan terpaksa dihentikan sementara demi menjaga kualitas material dan keamanan para pekerja.

“Mengingat intensitas hujan mulai meningkat, pengerjaan terus kami percepat begitu kondisi cuaca memungkinkan dan hujan mereda,” tambahnya.

Sebagai upaya antisipasi banjir dan genangan air, badan jalan sepanjang koridor tersebut ditinggikan sekitar 30 sentimeter. Langkah ini diperkuat dengan pembangunan sistem drainase baru di kedua sisi jalan menggunakan box culvert selebar satu meter.

Menutup keterangannya, Bagus mengimbau para pedagang dan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan fasilitas umum tersebut dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran air.

“Jangan sampai ada pedagang yang membuang sampah ke saluran. Ini sudah memasuki musim hujan, sampah dapat menyumbat aliran dan memicu genangan. Kemarin kami sempat menemukan tumpukan sampah di saluran dan langsung kami bersihkan,” tegasnya.