Bima Arya Kunjungi Sekolah Rakyat di Kota Malang, Apresiasi Semangat Siswa
Rayya Hargita, Suharto
MALANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 kota Malang yang berlokasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jalan Kawi, Kota Malang, Rabu (21/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat untuk melihat langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Dalam kunjungannya, Bima Arya menyapa para siswa dan berdialog mengenai daerah asal serta cita-cita mereka. Sejumlah siswa menyampaikan keinginan untuk menjadi tentara hingga hakim. Ia mengapresiasi semangat para siswa yang tetap ingin melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
“Ada yang jadi pingin jadi tentara, ada yang jadi hakim. Jadi ini adalah satu program yang betul-betul tujuannya jangka panjang untuk mencetak para pembangsa di masa depan,” ujar Bima Arya.
Ia juga menyoroti perjuangan siswa yang sempat hampir empat tahun tidak bersekolah, tetapi tetap memiliki keinginan kuat untuk kembali mengenyam pendidikan. Menurutnya, program Sekolah Rakyat perlu terus didorong agar jangkauannya semakin luas dan dapat memberikan kesempatan pendidikan kepada lebih banyak anak.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, kunjungan Bima Arya bertujuan melihat secara langsung pemanfaatan aset Kementerian Dalam Negeri yang digunakan untuk mendukung kegiatan Sekolah Rakyat. “Beliau ingin melihat langsung Sekolah Rakyat yang memanfaatkan aset Kemendagri. Beliau sangat kagum melihat bagaimana bangunan ini dimanfaatkan untuk menjalankan program nasional,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, para siswa memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian berasal dari keluarga kelompok ekonomi terbawah atau desil satu, ada pula yang pernah putus sekolah hingga kehilangan orang tua. Meski menghadapi berbagai tantangan, mereka tetap memiliki cita-cita untuk masa depan. “Semangat siswa-siswi ini luar biasa. Ada yang pernah putus sekolah, ada yang orang tuanya sudah meninggal, tetapi mereka tetap semangat belajar dan memiliki cita-cita mulia, seperti ingin menjadi tentara,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya bersama Wahyu Hidayat juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, kamar mandi hingga ruang makan. Keduanya melihat langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar serta kebutuhan sehari-hari para siswa. Saat ini, Sekolah Rakyat yang dikunjungi tersebut menampung siswa kelas XI.
Wahyu menambahkan, ke depan Sekolah Rakyat di Arjowinangun direncanakan menjadi bagian dari pengembangan layanan pendidikan terintegrasi mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat di Kota Malang.