Lewati ke isi
MalangSatu

Pendidikan

Bekali Orang Tua Empat “Vitamin” Pengasuhan untuk Optimalkan Potensi Anak

Ramadhan Jurnalista, Rully Novianto

17 Oktober 2026 · 8 jam lalu

KOTA BATU – Teknologi makin canggih. Informasi tentang pola asuh pun tinggal dicari lewat ponsel. Namun, ada satu hal yang tak bisa digantikan mesin, yaitu kehadiran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.‎‎

Pesan itulah yang disampaikan Dr.dr. Arief Alamsyah, MARS., Sp.KKLP dalam kegiatan Parenting Akbar Yayasan Himamuna Mulia bertajuk “Bicara dari Hati, Sinergi Tanpa Henti: Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Potensi Anak” di Masjid Al A’raf, SD IT Ibnu Hajar, pada Sabtu (17/10).‎‎

Sekitar 170 wali murid dari unit Daycare, KB-TKIT Rumah Pelangi, dan SDIT Ibnu Hajar antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bukan sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan langkah antara orang tua dan guru dalam mendampingi anak.‎‎

Dalam rangkaian kegiatan itu, Ketua Yayasan, Chaerul K, mengingatkan pentingnya memilih sumber informasi yang tepat, terutama dalam urusan pengasuhan dan agama. Orang tua perlu lebih cermat memilah informasi, bukan sekadar mengandalkan hasil pencarian Google atau jawaban dari kecerdasan buatan (AI).‎‎

Sebab, informasi yang mudah diakses belum tentu semuanya tepat. Orang tua tetap perlu merujuk pada sumber yang tepercaya dan kompeten agar pola asuh yang diterapkan sesuai dengan ilmu dan nilai-nilai yang benar.‎‎

Empat Vitamin untuk Tumbuh Kembang Anak‎‎

Pada sesi utama, dr. Arif mengajak peserta melihat kembali tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan zaman. Menurut dia, secanggih apa pun teknologi, peran orang tua tetap tak tergantikan.‎‎

Anak tidak cukup hanya diberi fasilitas dan akses teknologi. Mereka juga membutuhkan interaksi nyata untuk mengembangkan emosi, intuisi, imajinasi, hingga etika. Karena itu, kehadiran orang tua bukan hanya soal berada di dekat anak secara fisik, tetapi juga memberikan perhatian dan keterlibatan emosional.‎‎

Orang tua pun perlu belajar mengelola emosi sebelum mendampingi anak. Pola pengasuhan yang positif berawal dari kemampuan orang tua memahami diri sendiri sekaligus mengenali kebutuhan anak.‎‎

Dalam pemaparannya, dr. Arif memperkenalkan empat “vitamin” pengasuhan yang bisa menjadi bekal keluarga. Yakni, vitamin syukur, vitamin kata, vitamin tantangan, dan vitamin spiritual.‎‎Vitamin syukur mengajak orang tua membangun kebiasaan bersyukur. Vitamin kata menekankan pentingnya komunikasi positif dalam keluarga. Sementara itu, vitamin tantangan mendorong orang tua memberikan tantangan sesuai tahap perkembangan anak, agar mereka belajar dan bertumbuh. Adapun vitamin spiritual mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai spiritual dalam keseharian.‎‎

Empat bekal tersebut menjadi pengingat bahwa mendidik anak bukan semata-mata mengarahkan atau menuntut mereka menjadi hebat. Orang tua juga perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa diterima, berani mencoba, dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensinya.

‎‎Orang Tua dan Guru Harus Satu Frekuensi‎‎

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah wali murid aktif bertanya tentang kiat pengasuhan, cara mendampingi anak menghadapi tantangan, hingga bagaimana memahami hakikat anak dan kebutuhan perkembangannya.‎‎

Diskusi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengasuhan selalu menghadirkan pertanyaan baru. Setiap anak memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda sehingga orang tua perlu terus belajar, bukan hanya mengandalkan pola asuh yang diwariskan atau pengalaman sebelumnya.‎‎

Yayasan Himamuna Mulia pun menyiapkan tindak lanjut agar semangat belajar tidak berhenti setelah acara selesai. Ke depan, kegiatan parenting akan dilanjutkan melalui pertemuan di masing-masing kelas, dengan pendampingan mentor yang telah ditunjuk yayasan.‎‎

Melalui pertemuan tersebut, orang tua dan guru diharapkan bisa berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, serta membangun pola pendampingan yang selaras antara rumah dan sekolah.

‎‎Kegiatan yang berakhir pukul 11.00 WIB itu juga diramaikan aneka bazar yang melibatkan mitra sekolah dan wali murid. Selain menambah semarak acara, bazar menjadi ruang partisipasi keluarga untuk mempererat kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.

‎‎Melalui Parenting Akbar ini, Yayasan Himamuna Mulia berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara yayasan, guru, dan orang tua. Sebab, mengoptimalkan potensi anak bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan komunikasi yang hangat, keteladanan, kasih sayang, serta komitmen yang terus dijaga.‎‎

Pada akhirnya, anak tak hanya membutuhkan orang tua yang hadir di rumah, tetapi juga orang tua yang bersedia mendengarkan, memahami, dan bertumbuh bersama mereka.

Dr.dr. Arief Alamsyah SD IT Ibnu Hajar