Lewati ke isi
MalangSatu

Malang Raya

Digitalisasi Naskah Kuno, Dispussipda Malang Perluas Akses Sejarah

Rayya Hargita, Suharto

19 Oktober 2026 · 1 hari lalu

Buku Chairil Anwar: Pelopor Angkatan 45 menjadi salah satu koleksi literasi yang dikenalkan kepada masyarakat melalui upaya pelestarian dan digitalisasi naskah kuno Dispussipda Kota Malang untuk memperluas akses sejarah dan warisan budaya.

MALANG – Upaya mengenalkan warisan sejarah dan budaya kepada masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. Sejak 2023, sebanyak 39 naskah kuno berhasil dihimpun untuk dilestarikan, sekaligus dibuka aksesnya melalui digitalisasi agar dapat dipelajari oleh masyarakat luas.

Kepala Dispussipda Kota Malang Yayuk Hermiati mengatakan, pelestarian naskah kuno tidak hanya berfokus pada penambahan koleksi fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkan kandungan informasi di dalamnya.

Menurutnya, pengumpulan naskah dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran serta hasil penelusuran koleksi yang dimiliki masyarakat.

Dalam prosesnya, Dispussipda melibatkan filolog atau ahli ilmu pernaskahan untuk memastikan keaslian serta kelayakan naskah sebelum dilakukan akuisisi. Langkah tersebut diperlukan agar koleksi yang dihimpun benar-benar memenuhi kriteria sebagai naskah kuno.

Yayuk menjelaskan, informasi mengenai keberadaan naskah kuno kerap berasal dari masyarakat yang masih menyimpan dokumen bersejarah secara turun-temurun. Petugas kemudian mendatangi pemilik bersama filolog untuk melakukan pemeriksaan sebelum proses akuisisi dilakukan.

Namun, tidak semua pemilik bersedia menyerahkan naskah asli kepada pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut, Dispussipda menawarkan digitalisasi sebagai alternatif pelestarian. Melalui cara ini, naskah asli tetap berada di tangan pemilik, sementara salinan digitalnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dokumentasi dan sumber informasi.

Pemanfaatan teknologi juga dilakukan melalui aplikasi dan situs Jaranan milik Dispussipda Kota Malang. Platform tersebut memungkinkan masyarakat menelusuri koleksi digital tanpa harus berkunjung langsung ke perpustakaan.

“Dengan adanya aplikasi baru, masyarakat lebih mudah mengakses koleksi kami. Jadi, tidak harus datang langsung ke perpustakaan,” jelas Yayuk, Minggu (18/10).

Dispussipda menargetkan penambahan koleksi naskah kuno terus berlangsung setiap tahun. Dalam kondisi normal, jumlah naskah yang dapat diakuisisi berkisar dua naskah per tahun. Angka tersebut berpeluang bertambah apabila ada masyarakat yang bersedia menyerahkan koleksinya secara sukarela.

Di luar koleksi naskah kuno, Dispussipda Kota Malang saat ini memiliki sekitar 132 ribu judul koleksi perpustakaan. Pengembangan koleksi dan digitalisasi diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan sekaligus menjaga warisan intelektual masa lalu agar tetap lestari dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.