Lewati ke isi
MalangSatu

Malang Raya

Bayi dalam Kardus Gegerkan Warga Sukun, Polisi Telusuri CCTV

Rayya Hargita, Suharto

19 Oktober 2026 · 1 hari lalu

Bayi yang ditemukan di Sukun dibawa tim medis ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

MALANG – Polisi menyelidiki penemuan bayi perempuan yang diduga ditelantarkan di lahan kosong di Jalan S. Supriadi Gang IX, Kelurahan Sukun, Kota Malang, Senin (19/10). Sejumlah langkah dilakukan untuk mengungkap identitas orang tua bayi, mulai dari pemeriksaan saksi hingga penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah warga menemukan bayi di dalam kardus mi instan di bawah pohon pisang, sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasi penemuan berada di lahan kosong di samping rumah warga yang berbatasan dengan lapangan dan area terbuka.

Bayi perempuan itu pertama kali ditemukan Hariyanto, 52, yang terbangun menjelang subuh setelah mendengar suara tangisan dari luar rumah. Merasa penasaran, ia keluar untuk memastikan sumber suara tersebut.

Saat memeriksa kardus yang berada di bawah pohon pisang, Hariyanto mendapati bayi dalam posisi tertelungkup tanpa pakaian maupun kain yang membungkus tubuhnya. Bayi itu masih hidup, tetapi kondisinya terlihat lemas.

Ketua RT 10 Toni Setyobudi mengatakan, di dalam kardus hanya terdapat selimut dan sebotol susu. Setelah menemukan bayi tersebut, Hariyanto segera melapor kepada pengurus RT dan RW agar mendapatkan pertolongan secepatnya.

Warga kemudian membawa bayi ke bidan terdekat untuk memperoleh penanganan awal. Menurut perkiraan bidan setempat, bayi perempuan tersebut berusia sekitar lima hari. Warga juga memberikan pakaian hangat dan susu formula sebelum bayi dibawa ke rumah sakit.

Sekitar pukul 06.30 WIB, tim medis mengevakuasi bayi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin memastikan keselamatan bayi menjadi prioritas dalam penanganan kasus tersebut.

“Prioritas utama kami adalah memastikan bayi mendapatkan pertolongan dan perawatan medis menyeluruh di RSSA Malang. Saat ini kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil,” ujar Lukman.

Di sisi lain, Unit Reskrim Polsek Sukun mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi penemuan. Polisi juga menelusuri rekaman CCTV pada akses jalan menuju tempat bayi ditemukan untuk mencari petunjuk mengenai pihak yang diduga meninggalkannya.

Penyidik turut berkoordinasi dengan pengurus RT/RW, puskesmas, klinik, serta rumah sakit bersalin di wilayah Sukun. Langkah tersebut dilakukan untuk menggali informasi terkait kemungkinan adanya data kelahiran yang dapat membantu proses identifikasi.

Selain itu, polisi berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Malang untuk mendukung penelusuran informasi mengenai identitas bayi dan orang tuanya. Berbagai keterangan yang terkumpul akan dianalisis untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.

Hingga Senin (19/10), polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencari tahu siapa yang menempatkan bayi di dalam kardus dan apa motif di balik tindakan tersebut. Polisi belum mengungkap identitas pihak yang diduga bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.