Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos, Andre Caldas Jadi Pelatih Interim
Rayya Hargita, Suharto
MALANG – Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat (23/10/2026). Keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh menyusul rentetan hasil kurang memuaskan yang diraih Singo Edan pada kompetisi Super League 2026/2027.
Salah satu hasil yang menjadi sorotan adalah kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta pada pekan keenam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Arema FC yang telah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diambil secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan tim. Manajemen berharap pergantian pelatih dapat menjadi momentum untuk memperbaiki performa Arema FC.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Coach Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim membutuhkan momentum dan penyegaran baru,” ujar Yusrinal Fitriandi.
Pria yang akrab disapa Inal tersebut menegaskan, keputusan ini tidak diambil secara terburu-buru. Manajemen mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis, nonteknis, psikologis, hingga kondisi internal tim, dengan mengacu pada pengalaman yang diperoleh dalam beberapa musim terakhir.
Menurutnya, pengalaman masa lalu memberikan pelajaran bahwa penilaian terhadap seorang pelatih tidak cukup hanya didasarkan pada popularitas atau citra di mata publik. Peran pelatih dalam merancang program latihan, menentukan strategi, hingga menjalankan taktik di lapangan juga menjadi bagian penting dalam evaluasi.
Inal menambahkan, seluruh aspek tersebut menjadi pertimbangan manajemen dalam menentukan langkah terbaik bagi tim. Karena itu, keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diharapkan menjadi bagian dari upaya pembenahan Arema FC demi menjaga target klub pada musim ini.
Manajemen juga memastikan seluruh urusan administrasi serta pemenuhan hak-hak kontrak Marcos Santos akan diselesaikan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku dan dengan tetap mengedepankan semangat kekeluargaan.
Di tengah upaya pembenahan tersebut, Arema FC bergerak cepat menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Ia akan memimpin sesi latihan dan mendampingi tim untuk sementara waktu, termasuk saat Singo Edan menjamu Dewa United pada Minggu (25/10/2026).
Penunjukan Andre Caldas didasarkan pada kualifikasi kepelatihan yang dimilikinya, termasuk lisensi A Pro. Selain itu, ia dinilai telah mengenal karakter para pemain serta memahami kondisi internal tim sehingga diharapkan mampu menjaga persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
“Untuk memastikan persiapan tim tidak terganggu menjelang laga kandang melawan Dewa United, kami menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Secara kualifikasi, Andre sangat memenuhi syarat dengan lisensi A Pro. Yang paling penting, Coach Andre sudah intens berinteraksi dengan tim dan pernah memimpin ketika pelatih kepala absen,” jelas Inal.
Sementara itu, manajemen Arema FC masih memproses penunjukan pelatih kepala definitif. Sosok pengganti Marcos Santos nantinya diharapkan mampu membawa perubahan positif sekaligus mengembalikan konsistensi permainan Singo Edan agar kembali bersaing di papan atas klasemen.
Menutup keterangannya, manajemen menyampaikan apresiasi atas dedikasi Marcos Santos selama menangani Arema FC. Manajemen juga meminta maaf kepada Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas hasil yang belum sesuai harapan.
“Kami memohon maaf kepada seluruh Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas raihan yang belum maksimal. Kami memohon doa dan dukungan positif agar momentum pembenahan ini menjadi titik balik kebangkitan Arema FC,” pungkas Inal.