Lewati ke isi
MalangSatu

Malang Raya

Kekeringan dan Kebakaran Hutan Marak, SMK Prajnaparamita Malang Gelar Shalat Istisqa

Rayya Hargita, Suharto

22 Oktober 2026 · 1 hari lalu

Ratusan Siswa SMK Prajnaparamita Malang dan warga sekitar melaksanakan shalat Istisqa berjamaah di Jalan Serayu, Malang 22/10/2026. Untuk memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau panjang. (Suharto/Malangsatu.news).

MALANG – Menanggapi dampak musim kemarau panjang serta maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Jawa Timur, SMK Prajnaparamita Malang menggelar shalat Istisqa berjamaah pada Hari Santri 2026. Kegiatan doa bersama untuk memohon hujan ini melibatkan ratusan siswa serta warga di sekitar lingkungan sekolah.

Sekitar 250 siswa kelas 10 bersama tenaga pendidik dan masyarakat di Jalan Serayu berkumpul khusyuk melaksanakan shalat Istisqa. Aksi religi dan sosial ini menjadi pengalaman pertama yang diselenggarakan secara formal oleh pihak sekolah sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi iklim dan lingkungan saat ini.

Kepala SMK Prajnaparamita Malang, Lusia Andriani, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar tidak hanya unggul secara akademis dan siap kerja, tetapi juga memiliki kepekaan serta kepedulian sosial yang tinggi.

“Kami berharap SMK Prajnaparamita tidak hanya membina di bidang pendidikan dan menyiapkan anak-anak terjun ke dunia kerja, tetapi mereka juga harus mempunyai kepedulian sosial serta peka terhadap alam. Apalagi beberapa bulan ini kebakaran hutan melanda Indonesia,” ujar Lusia Andriani saat ditemui di lokasi kegiatan.

Lusia menambahkan, fenomena kemarau panjang selama lebih dari tiga bulan terakhir telah berdampak pada peningkatan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan asap, serta memicu insiden kebakaran di beberapa tempat, termasuk kawasan sekolah di Bumiayu hingga wilayah pegunungan seperti Gunung Semeru dan Gunung Arjuno.

“Ini pertama kali kita laksanakan karena memang sudah tiga bulan tidak turun hujan. Kemarin di Semeru, Gunung Arjuno dan di TPA Supiturang terjadi kebakaran, itu sangat membuat kami prihatin. Harapan besar kami, shalat Istisqa ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menurunkan hujan dengan segera, sekaligus menumbuhkan jiwa religius dan empati para siswa,” tambahnya.

Melalui momentum Hari Santri 2026 ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai pendidikan karakter, semangat berbagi, dan kebiasaan berdoa bersama dapat tertanam kuat dalam diri para siswa sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.