Lewati ke isi
MalangSatu

Malang Raya

Pesepeda Tewas Jatuh ke Jurang 50 Meter di Jalur Coban Kaca Kota Batu

Faris AL, Rully Novianto

26 Oktober 2026 · 1 hari lalu

Gambar ilustrasi

KOTA BATU – Seorang pesepeda berinisial S, warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter di jalur menuju kawasan Coban Kaca, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Minggu (25/10/2026).‎‎

Kecelakaan tersebut diduga terjadi saat korban melintasi tikungan tajam di jalan yang sempit. Kondisi jalur yang dipenuhi daun kering di bagian tepi jalan disinyalir menyulitkan korban ketika berusaha menghentikan laju sepeda.‎‎

Korban diduga kehilangan keseimbangan saat mencoba mencari pijakan untuk menopang tubuhnya. Akibatnya, korban terperosok ke jurang dengan medan yang curam.

‎‎Evakuasi Berlangsung Tiga Jam‎‎Petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang. Proses penyelamatan berlangsung selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.‎‎

Kedalaman jurang dan kondisi medan yang terjal menjadi kendala dalam proses evakuasi. Tim di lapangan harus melakukan penanganan secara hati-hati untuk menjangkau lokasi korban.

‎‎Meski upaya evakuasi telah dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut guna memastikan kronologi dan faktor yang melatarbelakangi kecelakaan.‎‎

Pengunjung Diimbau Waspadai Jalur Berbahaya‎‎Insiden ini menjadi perhatian bagi pengunjung yang hendak beraktivitas di kawasan wisata alam Coban Kaca. Jalur dengan tikungan tajam, permukaan yang tertutup material alami, serta sisi jalan yang berbatasan dengan jurang memerlukan kewaspadaan ekstra.

‎‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melewati medan berisiko. Pengunjung juga diharapkan menyesuaikan kecepatan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalur dinilai membahayakan.‎‎

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas bersepeda di kawasan wisata alam tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga pemahaman terhadap karakteristik medan dan kondisi lingkungan di sepanjang perjalanan.

Coban Kaca