Lewati ke isi
MalangSatu

Nasional

Ini Penjelasan Resmi TNBTS Terkait Empat Personel yang Meninggal Dunia Saat Penanganan Karhutla

Faris AL, Rully Novianto

17 Oktober 2026 · 15 jam lalu

PROBOLINGGO – Sebanyak empat personel meninggal dunia dalam insiden penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Selain itu, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat dan harus mendapatkan penanganan medis lanjutan.

‎‎Peristiwa kebakaran bermula pada Selasa (13/10/2026), setelah petugas menerima laporan dari Kepala Desa Ngadas mengenai kebakaran ladang milik warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.‎‎

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas TNBTS bersama pemerintah desa dan warga setempat berupaya memadamkan api. Karena lokasi kebakaran jauh dari sumber air dan sulit dijangkau kendaraan pemadam, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan tradisional.‎‎

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga malam hari untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap.‎‎Namun, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, petugas Posko Karhutla Cemoro Lawang kembali melihat asap tebal dari lokasi kebakaran sebelumnya. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan meminta tambahan personel, termasuk dari PT Mitra Indo Permai serta Masyarakat Peduli Api (MPA).‎‎

Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penyekatan di sisi kanan dan kiri api agar kebakaran tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi berubah ketika angin kencang membuat api membesar dan menjebak enam personel di tengah kobaran api. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena berada di lokasi yang berlawanan dengan arah pergerakan api.‎‎

Setelah api berhasil dikendalikan, tim melakukan pencarian terhadap personel yang terjebak. Pada pukul 13.30 WIB, tiga orang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Sukaris, PNS yang bertugas sebagai Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I; Wisnu Yuda Pratama; serta Sefriel Ardiansyah, keduanya staf PT Mitra Indo Permai.‎‎

Sementara itu, seorang personel yang mengalami luka parah, Hendra Rony Wagiyanata, anggota Manggala Agni TNBTS dari Kementerian Kehutanan, sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, sekitar tiga jam setelah kejadian, korban dinyatakan meninggal dunia.‎‎

Dua personel lainnya, yakni Munawi dari Masyarakat Peduli Api dan Suraji dari DW Security PT Mitra Indo Permai, mengalami luka bakar berat. Keduanya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.‎‎Pihak Balai Besar TNBTS menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau kondisi korban yang masih menjalani perawatan serta menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan penanganan.

‎‎Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan dengan medan sulit, keterbatasan sumber air, serta kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.