Atlet Panjat Tebing Probolinggo Sefril Ardiansyah Meninggal saat Berjuang Padamkan Karhutla
Ramadhan Jurnalista, Rully Novianto
PROBOLINGGO – Dilansir dari JTV.com, dunia olahraga Kota Probolinggo berduka setelah muncul kabar bahwa Sefril Ardiansyah, atlet panjat tebing binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, menjadi salah satu korban kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kabar tersebut mengejutkan keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Sefril dikenal sebagai atlet muda potensial yang tengah dipersiapkan untuk menghadapi sejumlah kompetisi mendatang, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali menerima informasi mengenai dugaan keterlibatan Sefril sebagai korban kebakaran sekitar pukul 14.00 WIB. Meski demikian, saat kabar itu diterima, pihaknya belum memperoleh data resmi yang memastikan identitas korban.
Iwan kemudian berupaya menghubungi Sefril untuk mengetahui kondisi terkini. Namun, panggilan telepon yang dilakukan tidak mendapatkan jawaban sehingga menambah kekhawatiran pihaknya.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Iwan kembali menerima informasi dari kepolisian terkait kabar tersebut. Ia selanjutnya berkoordinasi dengan teman-teman Sefril dan keluarganya untuk mencari kepastian.
Orang tua Sefril juga dilaporkan berangkat menuju kawasan Bromo guna mengetahui langsung kondisi anaknya. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Iwan dari tim penyelamat di Cemoro Lawang, nama Sefril disebut tercantum dalam daftar korban. Kendati demikian, kepastian identitas dan kondisi korban masih perlu mengacu pada konfirmasi resmi pihak berwenang.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas, keluarga besar FPTI Kota Probolinggo berupaya memperoleh informasi lanjutan melalui tim penyelamat dan layanan ambulans.
Bagi rekan-rekan dan pelatihnya, Sefril bukan sekadar atlet yang memiliki peluang meraih prestasi. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah, gemar membantu, serta peduli terhadap atlet-atlet junior yang berlatih bersamanya.
Karakter tersebut membuat Sefril memiliki kedekatan dengan lingkungan pembinaan panjat tebing di Kota Probolinggo. Karena itu, kabar mengenai dugaan dirinya menjadi korban kebakaran menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar FPTI.
Iwan menyampaikan rasa kehilangan dan berharap agar Sefril memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.