Kaka Slank Bernyanyi di Pantai Tanjung Penyu, Gaungkan Kepedulian Lingkungan di Malang Selatan
Ramadhan Jurnalista, Rully Novianto
MALANG – Musisi sekaligus vokalis band Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka Slank, menghibur masyarakat pesisir dengan konser musik akustik dan aksi pelestarian alam di kawasan wisata Pantai Tanjung Penyu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).
Kehadiran Kaka tidak hanya menghibur masyarakat melalui penampilan musik, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan habitat satwa laut.Dalam kegiatan tersebut, Kaka bersama Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Perhutani Jawa Timur, Dewanto, turut melakukan pelepasliaran tukik atau anak penyu ke habitat alaminya. Aksi ini menjadi simbol dukungan terhadap upaya konservasi satwa sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan ekosistem laut.
Pantai Tanjung Penyu yang dikenal dengan panorama alamnya di kawasan Malang Selatan menjadi latar kegiatan yang menggabungkan kampanye lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi wisata berbasis alam.
Kaka tampak menikmati suasana pantai berpasir putih tersebut. Di sela-sela kegiatan, ia juga mengabadikan keindahan panorama pesisir menggunakan ponselnya. Momen tersebut memperlihatkan daya tarik alam Malang Selatan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.
Musik menjadi sarana menyampaikan pesan konservasiTidak hanya terlibat dalam aksi lingkungan, Kaka Slank juga tampil memainkan gitar dan bernyanyi di hadapan para aktivis lingkungan, masyarakat, serta tamu undangan. Penampilan tersebut memberikan warna tersendiri bagi kegiatan yang mengangkat pentingnya menjaga alam dan mendorong keterlibatan berbagai kalangan dalam upaya konservasi.
Kehadiran musisi yang selama ini dikenal vokal dalam menyuarakan berbagai persoalan sosial dan lingkungan diharapkan mampu menjangkau generasi muda. Melalui pendekatan musik, pesan mengenai pentingnya menjaga alam dapat disampaikan secara lebih dekat dan menarik.
Pelepasliaran tukik dalam kegiatan ini juga mengingatkan bahwa pelestarian penyu tidak berhenti pada pelepasan anak penyu ke laut. Perlindungan habitat, pengurangan pencemaran, serta kepedulian terhadap kawasan pesisir menjadi bagian penting untuk mendukung keberlangsungan hidup satwa tersebut.Perhutanan sosial dorong keseimbangan ekonomi dan ekologiKegiatan di Pantai Tanjung Penyu tersebut merupakan bagian dari agenda Safari Perhutanan Sosial yang turut diisi dengan penanaman pohon bersama dan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas resor melalui kemitraan lokal.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPD RI Lia Istifhama, Anggota DPRD Jawa Timur Hj Jajuk Rendra Kresna, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.
Kolaborasi antara pengelola kehutanan, pemerintah, masyarakat, dan pegiat lingkungan diharapkan dapat memperkuat pengembangan perhutanan sosial sebagai pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Pengembangan wisata berbasis alam dinilai perlu berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, potensi wisata pesisir dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Aksi Kaka Slank di Pantai Tanjung Penyu menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap alam dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari aksi konservasi secara langsung hingga menyampaikan pesan lingkungan melalui musik. Sinergi keduanya diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran publik bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.