Angkutan Pelajar Belum Merata, Sopir Angkot Ajukan Jalur Baru
Rayya Hargita, Suharto
KOTA MALANG – Sejumlah sopir angkot masih mengharap kompensasi dari operasional Bus Trans Jatim. Salah satunya yakni penambahan armada angkutan pelajar. Ketua Asosiasi Driver Indonesia (A-DRONE) Budi Andri Yanto menyebut, saat ini jumlah angkot pelajar ada 66 armada.
Padahal target awalnya 96 armada. Dari informasi yang diterimanya, bakal ada tambahan lagi menjadi 116 armada. Berikutnya dia juga berharap realisasi program feeder atau angkutan penghubung Bus Trans Jatim. Bila dua usulan itu terakomodasi, bakal tersisa 378 sopir angkot yang masih terdampak. Dari total 494 sopir sebelumnya. ”Ada informasi juga bahwa ada sekolah-sekolah yang belum ter-cover angkutan pelajar. Mungkin nanti diarahkan untuk membuat jalur angkutan baru,” imbuh Andri.
Salah satu pengurus jalur angkot AG Fredy membenarkan adanya beberapa jalur yang belum ter-cover angkutan pelajar. Fredy berkaca pada jalur AG sendiri. ”Yang lewat tengah mulai dari Terminal Arjosari, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jaksa Agung Suprapto, sampai Jalan Basuki Rahmat itu belum ter-cover,” bebernya.Padahal di sepanjang kawasan yang disebutkan Fredy, terdapat sejumlah lembaga pendidikan. Seperti Universitas Narotama, Yayasan Cor Jesu, Yayasan Mardi Wiyata, Sekolah Shalahuddin, dan Sekolah Kristen Kalam Kudus.
Usulan lain dari paguyuban angkot adalah pengurusan kelengkapan kendaraan. Seperti uji KIR dan STNK. Terkait dengan usulan sopir angkot dalam rapat teknis, baik Dishub Provinsi Jatim maupun Dishub Kota Malang masih enggan memberi tanggapan. Saat coba dikonfirmasi, belum ada respons dari kedua pihak. Namun dari informasi A-DRONE, pascarapat Kamis lalu (8/10), Dishub Jatim langsung melakukan survei ke Terminal Mulyorejo. Survei dilakukan pada Jumat lalu.